Headlines News :
Home » » Metode STAD BAB III

Metode STAD BAB III

Written By Unknown on Minggu, 29 Mei 2016 | 22.49

BAB III
METODE PENELITIAN
(منهج  البحث)
3.1 Metode Penelitian (منهج  البحث)
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode  quasi eksperimen. Bentuk desain eksperimen ini merupakan pengembangan dari true experimental desin, yang sulit dilaksanakan. Di dalam penelitian ini tes dilakukan sebanyak dua kali, yaitu sebelum dan sesudah perlakuan (treatment) diberikan. Tes sebelum diberikan perlakuan disebut pretest dan sesudah perlakuan disebut postest.

3.2  Variabel Penelitian dan Alur Penelitian (تركيبات و هيكل البحث)

3.2.1 Variabel Penelitian (تركيبات البحث)
Dalam sebuah penelitian, variabel perlu diklafikasikan untuk menentukan alat pengumpulan data yang digukan dan analisis data yang sesuai.Variabel yang menjadi objek penelitian ini adalah:
1.      Variabel bebas (Indevendent variable) adalah variabel yang menyebabkan terjadinya perubahan pada variabel lain atau biasa disebut variabel terikat. Variabel bebas pada penelitian ini adalah metode  pembelajaran kooperatif (STAD).
2.      Variabel terikat (Devendent variabel) adalah variabel yang berubah karena variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pembelajaran muhadatsah.

3.2.2 Alur Penelitian (هيكل البحث)
Analisis konsep dan analisis materi pada topik muhadatsah


Untuk memperjelas langkah penelitian serta alur berpikir seseorang, maka diperlukan alur penelitian.Alur penelitian ini dapat dilihat pada gambar 1.
Penyusunan kisi-kisi soal dengan indikator muhadatsah
Kelas kontrol
Hasil perbaikan media pembelajaran
Tets awal
Uji validitas dan reabilitas instrumen
Kelas eksperimen
Tets awal
Test akhir
Proses pembelajaran konvensional
Proses pembelajaran kooperatif STAD
Test akhir
Pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Validitas instrumen
 








                                             


Kesimpulan
Analisis
Pengumpulan data
 





Gambar 1. Alur Penelitian


3.3 Populasi dan Sampel (المثال و الكمية)
3.3.1 Populasi Penelitian (الكمية)
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIIB SMPIT Fitrah Insani Bandar Lampung tahun pelajaran 2012-2013, jumlah populasi adalah 60 siswa yang terbagi dalam dua kelas (VIII A dan VIII B).

3.3.2 Sampel Penelitian(المثال)
Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPIT Fitrah Insani Bandar Lampung tahun pelajaran 2012-2013 sebanyak dua kelas, yaitu kelas VIIIAdan kelas VIIIB denganjumlah 60 siswa. Pada kelas VIII A 30 siswa dan 30 pada kelas VIIIB.

3.4 Teknik Pengambilan Sampel
Menurut Suharsimi Arikunto ada dua syarat yang harus diketahui dalam prosedur pengambilan sampel:1) Sampel yang diambil harus representatif (mewakili populasi), 2) Besarnya sampel harus memadai. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik random sampling, dikatakan simple (sederhana) karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilaksanakan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi (Sugiyono, 2009:82). Cara yang demikian dilakukan bila anggota populasi dianggap tidak homogen.


3.5 Data Penelitian (بينات البحث)
Data yang digunakan dalam penelitain ini berupa data deskriptif kualitatif dan kuantitatif yang diperoleh dengan mengunakan prosentase dan product momen. Untuk mendapat data-data yang berhubungan dengan pembahasan, maka penulis menggunakan beberapa metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi.Data merupakan segala fakta dan angka yang dapat dijadikan bahan untuk menyusun suatu informasi, data merupakan suatu yang sangat penting kedudukannya, karena dengan data penelitian akan dapat menjawab problematikanya, mencapai tujuannya dan membuktikan hipotesisnya.

Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah databerupa jawaban-jawaban yang diperoleh melalui tes awal (pretest) sebelum perlakuan diberikan dan tes akhir (postest) setelah perlakuan diberikan.

3.6 Teknik Pengumpulan Data (تقنيات جمع البيانات)
Menurut Sugiyono (2009:224) “Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian. Karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data data, maka peneliti tidak akan mendapat data yang memenuhui standar data yang ditetepkan. Selain penelitian harus menggunakan metode yang tepat, juga diperlukan teknik dan alat pengumpulan data yang relevan. Teknik yang digunakan untuk proses penggumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan proses triangulasi, yaitu:

1.        Tekniki observasi
Observasi atau pengamatan adalah  kegiatan keseharian yang dilakukan dengan menggunakan panca indra sebagai alat bantunya. Dalam hal ini peneliti melakukan pengamatan secara langsung objek dan fokus penelitian. Namun pengamatan ini perlu dilakukan dengan pertimbangan bahwa kadang kala apa yang dikatakan oleh informen sering kali berbeda dengan kenyataan yang ada. Observasi adalah pengamatan yang dilakukan dengan sengaja, sistematis mengenai fenomena-fenomena dengan gejala-gejala psikis untuk kemudian dilakukan pencatatan dari hasil observasi harus memberikan kemungkinan untuk ditafsirkan secara ilmiah.

2.        Taknik wawancara
Selain observasi sebagai pengumpulan data dalam penelitian ini, dilakukan juga dengan teknik wawancara. Wawancara adalah suatu kegiatan yang dikukan untuk mendapatkan informasi secara langsung dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan kepada responden.Wawancara dilakukan dengan secara efektif, artinya waktu yang digunakan dengan sesingkat-singkatnya dan bahasa yang digunakan dengan menggunakan bahasa yang  jelas dan terarah.

3.        Teknik dokumentasi
Menurut Sugiyono (2009:240)mengatakan bahwa“Dokumen merupakan cacatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang.Tetapi perlu dicermati bahwa tidak semua dokumentasi memiliki kredibilitas yang tinggi.Sebagai contoh banyak foto yang tidak mencerminkan keadaan aslinya, karena foto dibuat untuk keperluan tertentu.Demikian juga autobiografi yang ditulis untuk dirinya sendiri, sering subyektif”.

3.7    Desain Penelitian (خطة الباحث)
Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah randomized pretest-postest control group design. Didalamnya terdapat langkah-langkah yang menunjukan suatu urutan kegiatan penelitian yaitu:
Tabel 2. Desain penelitian
Kelas
Pretest
Perlakuan
Postest
Kelas eksperimen
O1
X1
O2
Kelas kontrol
O1
X2
O2

O1 adalah pretest yang diberikan sebelum diberikan perlakuan, O2 adalah postest yang diberikan setelah diberikan perlakuan. X1 adalah perlakuan berupa penerapan pembelajaran kooperatif tipeSTAD  pada materi pokok muhadatsah dan X2 adalah perlakuan berupa pembelajaran ceramah. Pembelajaran kooperatif STAD yang mengkedepankan kreaktifitas siswa dalam muhadatsah sedangakan pembelajaran ceramah yang monoton dan kebanyakan guru yang beraktifitas.

3.8    Instrumen Penilaian(ادواة البحث)
Dalam penelitian ini, peneliti mengambil penilaian dengan psikomotorik yang bersifat kualitatif tapi dijadikan kuantitatif  yang berbentuk angka didalamnya terdiri dari tiga unsur setiap indikator penilaian. Untuk lebih jelasnya melihat tabel 3.
Tabel 3: Intrumen penilaian
No
Nama
Fonologi
Stuktur
Kosakata
Kelancaran
Total
1
2
3
1
2
3
1
2
3
1
2
3





























































    1      : Kurang, jika siswa bermuhadatsah fonologinya masih belum benar, sturktuk kalimatnya masih tertukar-tukar, kosa katanya belum tepat dan kelancaranpun terbata-bata.
    2      :Sedang, jika siswa bermuhadatsah fonologinya sedikit benar, sturktur kalimatnya hampir sempurna, kosakatanya mendekati kebenaran, dan kelancaranya telah sedikit tampak.
    3      :Lancar, jika siswa bermuhadatsah fonologinya benar, stukturnya benar, kosakatanya tepat, dan lancar dalam bermuhadatsah.
Penjumlahan nilai dapat dihitung dengan rumus:
Nilai  = 
Keterangan :
Nilai                            = Nilai akhir siswa
Skor perolehan            = Jumlah skor siswa dari semua indikator
Skor maksimum          = Jumlah skor maksimal dari semua indikator.


3.9    Teknik Analisis Data (طريقة تحليل  البيانات)
Data test yang digunakan oleh peneliti mengenai muhadatsah siswa dengan model pembelajaran kooperatifSTAD dianalisis dengan menggunakan metode statistik. Adapun pengertian statistika adalah ”Pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara penggumpulan data, pengolahan atau analisisnya dan penarikan kesimpulan yang berdasarkan pengumpulan data dan analisis yang dilakukan”. Analisis data yang digunakan meliputi:

3.9.1   Uji Normalitas (الاختبارات الطبيعية)
Uji normalitas merupakan salah satu cara untuk memeriksa keabsahan atau normalitas sampel. Dalam pengujian ini, uji normalitas menggunakan program data Statistical Package for the Social Sciences  (SPSS) versi 16. Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diambil berdistribusi normal atau tidak untuk keperluan analisis data selanjutnya. Apabila data berdistribusi normal maka langkah selajutnya kita gunakan uji parametrik, sedangkan apabila data tidak berdistribusi normal maka langkah selanjutnya adalah dengan menggunakan uji non parametrik. Tujuan dilakukannya uji normalitas tentu saja untuk mengetahui apakah suatu variabel normal atau tidak. Normal disini dalam arti mempunyai distribusi data yang normal. Normal atau tidaknya berdasarkan patokan distribusi normal dari data dengan mean dan standar deviasi sama. Jadi uji normalitas pada dasarnya melakukan perbandingan antara data yang kita miliki dengan data berdistribusi normal yang memiliki mean dan standar devisian sama dengan data kita.
Salah satu cara untuk menguji normalitas data adalah dengan menggunakan uji liliefors. Dan standar deviasi sama. Jadi normalitas pada dasarnya melakukan perbandingan antara data yang kita miliki dengan data berdistribusi normal yang memiliki mean dan standar deviasi sama denga kita. Salah satu cara untuk menguji normalitas data adalah dengan menggunakan uji liliefors.
a.       Hipotesis
H0 : Sampel berdistribusi normal
H1 : Sampel tidak berdistribusi normal
b.      Kriteria Pengujian
- Jika L hitung< L tabel atau probabilitasnya > 0,05 maka Ho diterima
- Jika L hitung> L tabel atau probabilitasnya < 0,05 maka Ho ditolak
Lhitung tersebut di atas adalah nilai dari data hasil uji liliofors,sedangkan Ltabeladalah nilai kritis L untuk uji liliofors,Ltabel yang diperoleh dalam penelitian ini diperoleh dengan sampel 30. (Sudjana 2002:467).

3.9.2   Uji Homogenitas atau Uji Kesamaan Dua Varians (الاختبارات المتجانسة) 
Uji homogenitas ditujukan untuk menguji kesamaan beberapa bagian sampel, sehingga generalisasi terhadap populasi dapat dilakukan, pada penelitian ini, uji homogenitas menggunakan program (SPSS) 16. Ketika menaksirkan selisih rata-rata dan menguji kesamaan atau perbedaan dua rata-rata ini dikarenakan adanya asumsi bahwa kedua populasi mempunyai variens  yang sama agar menaksirkan dan menguji bisa berlangsung. Dalam hal varians berlainan hingga sekarang hanya digunakan cara-cara uji dua pihakdilakukan dengan pasangan H0 dan H1 sebagai berikut:
H0        = Data penelitian memiliki varians yang homogen
H1        = Data penelitian memiliki varians yang tidak homogen
Uji homogenitas dua perubah terikat digunakan rumus:
                                                                         
Keterangan :
= Varian terbesar
 = Varian terkecil
Kriteria uji: Pada taraf nyata 0,05, untuk terima H0 jika Fhitung<Ftabel.
Fhitungdiperoleh dari data hasil perhitungan selisih skor pretest dan postes, sedangkan Ftabeldiperoleh dari data tabel distribusi F. Untuk menentukan derajat keabsahan dalam  Ftabelyang perlu diperhatikan adalah:
F tabel= F (0,05)
db1  =  1
db2  =  1
db1 = Derajat keabsahan pembilang
db2 = Derajat keabsahan penyebut
 = Ukuran sampel 1
 = Ukuran sampel 2


3.9.3    Uji Hipotesis  (الفريضة) 
Dalam penelitian kuantitatif, analisi data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh sumber data terkumpul, kegiatan dalam analis data adalah mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan. Teknik dalam analisis data kuantitatif menggunakan statistik. Terdapat dua macam statistik yang digunakan untuk analisis dalam penelitian, yaitu statistik deskriptif dan statistik infrensial. Statistik infrensial meliputi statistik parametris dan statistik non parametris, seperti yang akan digunakan dalam analisis data dalam penelitian ini.

Statistik parametris digunakan untuk menguji parameter populasi melalui statistik, atau menguji ukuran populasi melalui data sampel, (pengertian statistik disini adalah data yang diperoleh dari sampel). Parameter populasi ini meliputi rata-rata dengan notasi µ (mu), simpanan baku σ (sigma), dan varians σ. Sedangkan statistiknya adalah meliputi: rata-rata  (X bar), simpangan baku s, dan varians s2. Jadi parameter populasi yang berupa µ diuji melalui X garis, selanjutnya σ diuji melalui s, dan σdiuji melalui s2 dalam statistik, pengujian parameter melalui statistik (data sampel) tersebut dinamakan uji hipotesis statistik. Oleh karena itu penelitian yang berhipotesis statistik adalah penelitian yang menggunakan sampel. Dalam statistik hipotesis yang diuji adalah hipotesis nol, karena tidak dikehendaki adanya perbedaan antara parameter populasi dan statistik (data yang diperoleh dari sampel). Penggunaan statistik parametris dan non parametris tergantung pada asumsi dan jenis data yang akan dianalisis. Statistik parametris memerlukan terpenuhinya banyaknya asumsi. Asumsi yang utama adalah data yang akan dianalisis harus berdistribusi normal. Selanjutnya dalam penggunaan salah satu tes mengharuskan data dua kelompok atau lebih yang diuji harus homogen, dalam regresi harus terpenuhi asumsi linieritas. Statistik non parametris tidak menuntut terpenuhi banyak asumsi, misalnya data yang akan dianalisis tidak harus berdistribusi normal. Oleh karena itu, statistik non parametris sering disebut “Distribution free”.

Statistik yang digunakan untuk uji ini adalah:
 , dengan s2

Keteranngan:
  = Rata-rata nilai siswa kelas eksperimen
 = Rata-rata nilai kelas kontrol
s       = Standar Deviasi
s2      = Varians
n1     = Jumlah siswa kelas eksperimen
n2     =Jumlah siswa kelas kontrol
 = Varians kelas eksperimen
 = Varians kelas kontrol
Kriteria uji: terima H0 jika thitung< ttabel.                                   

3.9.4        Taraf kesalahan (level of significant) (درجات الاخطاء)
Untuk pengujian hipotesis penelitian, dilakukan pengambilan sampel secara acak diambil, nilai-nilai statistik yang perlu dihitung kemudian dibandingkan menggunakan kriteria tertentu dengan hipotesis. Jika hasil yang didapat dari penelitian itu, dalam pengertian peluang, jauh berbeda dari hasil yang diharapkanterjadi berdasarkan hipotesis, maka hipotesis ditolak. Jika terjadi sebaliknya, hipotesis diterima.  Perlu dijelaskan disini bahwa meskipun berdasarkan penelitian kita telah menerima atau menolak hipotesis, tidak berarti bahwa kita telah membuktikan atau tidak membuktikan kebenaran hipotesis. Yang kita perlihatkan hanyalah menerima atau menolak hipotesis saja.

Dalam melakukan pengujian hipotesis, ada dua macam kekeliruan yang dapat terjadi, dikenal dengan nama-nama:
Kekeliruan tipe I: Ialah menolak hipotesis yang seharusnya diterima,
Kekeliruan tipe II: Ialah menerima hipotesis yang seharusnya ditolak.
Untuk mengingat hubungan antara hipotesis, kesimpulan dan tipe kekeliruan, dapat dilihat dalam tabel 4 dibawah ini.
Tabel 4. Tipe kekeliruan ketika membuat kesimpulan tentang hipotesis
Kesimpulan
Keadaan sebenarnya
Hipotesis Benar
Hipotesis Salah
Terima Hipotesis
Benar
Keliru
(kekeliruan tipe II)
Tolak Hipotesis
Keliru
(kekeliruan tipe I)
Benar

Ketika merencanakan suatu penelitian dalam rangka pengujian hipotesis, jelas kiranya bahwa kedua tipe kekeliruan itu harus dibuat sekecil mungkin. Agar penelitian dapat dilakukan maka kedua tipe kekeliruan itu kita nyatakan dalam peluang. Peluang membuat kekeliruan tipe I biasa dinyatakan dengan α (baca: alfa) dan peluang membuat kekeliruan tipe II dinyatakan dengan β (baca: beta).  Berdasarkan ini, kekeliruan tipe I dinamakan pula kekeliruan α dan kekeliruan tipe II dikenal dengan kekeliruan β.

Dalam penggunaannya, α disebut pula taraf signifikan atau taraf arti atau sering disebut pula taraf nyata. Besar kecilnya α dan β yang dapat diterima dalam pengambilan kesimpulan bergantung pada akibat-akibat atas diperbuatnya kekeliruan-kekeliruan itu. Selain daripada itu perlu pula dikemukakan bahwa kedua kekeliruan itu saling berkaitan. Jika α diperkecil, maka β menjadi besar dan demikian sebaliknya. Pada dasarnya harus dicapai hasil pengujian hipotesis yang baik, ialah pengujian yang bersifat bahwa diantara semua pengujian yang dapat dilakukan dengan harga α yang sama besar, ambillah sebuah yang mempunyai kekeliruan β paling kecil.


Dalam prakteknya tingkat signifikansi telah ditetapkan oleh peneliti terlebih dahulu sebelum hipotesis diuji. Biasanya tingkat signifikansi (tingkat kesalahan) yang diambil adalah 1% atau α=0,01, dan 5% atau α=0,05. Suatu hipotesis terbukti dengan mempunyai kesalahan 1% berarti penelitian dilakukan pada 100 sampel yang diambil dari populasi yang sama, maka akan terdapat satu kesimpulan salah yang diberlakukan untuk populasi. Dengan α=0,05 misalnya, atau sering pula disebut taraf nyata 5%, berarti kira-kira 5 dari tiap 100 kesimpulan bahwa kita akan menolak hipotesis yang seharusnya diterima. Dengan kata lain kira-kira 95% yakin bahwa kita telah membuat kesimpulan yang benar.  Dalam hal demikian dikatakan bahwa hipotesis telah ditolak pada taraf nyata 0,05 yang berarti kita mungkin salah dengan peluang 0,05.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Daarul Abror Kace - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template